Mengejar Kebahagiaan

Entahlah. Semua tampak menyedihkan. Tahun ini tampak sedikit berat. Terlalu banyak air mata, kegelisahan, overthinking. aku overhelmed dengan semua ekspektasiku. Semua terasa berat hingga sesak di dada. Mungkin aku kurang bersyukur kepada Tuhan. Harusnya aku berterima kasih karena sampai saat ini aku masih bisa bernafas, bisa makan enak, aku sehat dan tidak kekurangan. Tapi rasanya sesak masih singgah di dada, kesedihan masih mendarah daging di diriku. Aku berhak bahagia, tapi entah aku tidak tau cara bahagia. Selalu ada kesedihan, kegelisahan, dan entahlah aku hanya ingin menangis. Semua tampak menyedihkan.

Mungkin ini tampak konyol dan tidak dibetulkan banyak orang, hanya aku butuh seseorang yang akan membahagiakan aku. Kata orang bahagia itu dari diri sendiri, tapi aku pikir, aku butuh seseorang. Lelah rasanya menipu diri sendiri kalau aku bahagia, happy dengan segela yang ada. Lelah rasanya memiliki ekspektasi dan harapan. Tapi aku hanya ingin bahagia, seperti orang lain dan bersama dengan orang lain. 

aku mulai tidak bisa membenarkan mana yang benar dan mana yang salah. Mana jalan yang harus aku tempuh dan mana jalan yang harus kutinggalkan. Semua tampak semu, dan aku kehabisan cara untuk berfikri jernih. Aku mengejar kebahagiaan dan aku kelelahan. Aku melakukan segala cara untuk mencapai kebahagiaan, tapi yang ada itu hanya tipuan semata, kebahagiaan semu, kebahagiaan sementara. Dan aku pun kelelahan. 

Aku percaya bahwa aku layak untuk bahagia. Aku layak akan cinta, kasih sayang, dan kebahagiaan. Tapi aku hanya kelelahan karena terus mengejar semua itu, aku berlari mejuju kebahagiaan tanpa tau cara berhenti dan membuat bahgia itu yang menghampiriku. 

Aku lelah, aku hanya ingin bahagia.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAYA

AKU AKAN MENIKAH TAHUN 2022