Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

AKU AKAN MENIKAH TAHUN 2022

 Hi,  Tahun ini aku akan berumur 26 tahun, ada banyak hal yang berubah setahun belakangan ini terutama bangaimana aku memandang masa depanku dan keinginanku di masa depan. Mungkin dulu aku merupakan seorang yang tidak realistis, terlalu memiliki mimpi besar yang sebenenrnya tidak melihat kapasitas dan kemampuanku. setahun ini aku lebih realistis dengan apa yang aku inginkan. Dan aku belajar untuk  mencintai kesederhanaan, dan lebih memfokuskan kebahagian ketimbang popularitas ataupun materi yang berlebih. aku pun merubah rencanaku terkait dengan masa depan salah satunya pernikahan. Berikut hal yang menjadi rencanaku saat ini sampai dengan dua tahun kedepan.  AKU AKAN MENIKAH DI USIAKU 27 TAHUN YANG ARTINYA TAHUN DEPAN AKU AKAN MENIKAH ! 

Entah

 entahlah, kemana hidup akan membawaku.  kalau ditanya, apakah kamu memiliki penyesalan dalam hidup ?  aku bisa jawab, banyak sekali. Banyak hal yang aku sesali di hidupku. Banyak sekali pilihan-pilhan yang aku ambil yang tidak sesuai dengan keinginkan pada akhirnya dan membuatku menyesal. Entahlah. Aku selalu melakukan kesalahan yang berujung penyesalan. aku rasa aku menyebalkan, aneh dan yaa selalu melakukan kesalaha. Tidak beprikir panjang. Entahlah.  Tapi aku sadar, apapun yang aku lakukan, penyesalah apapun yang harus aku rasakan dan terima dan segala kesalahan apapun yang aku perbuat aku harus tetap mencintai diriku. Karena siapa lagi kalau bukan diri kita yang harus benar-benar mecintai dirir kita sendiri. Memaafkan diri sendiri atas segala kesalahan yang ada cukup melegakan kok. Tapi lagi lagi entahlah. 

Mengejar Kebahagiaan

Entahlah. Semua tampak menyedihkan. Tahun ini tampak sedikit berat. Terlalu banyak air mata, kegelisahan, overthinking. aku overhelmed dengan semua ekspektasiku. Semua terasa berat hingga sesak di dada. Mungkin aku kurang bersyukur kepada Tuhan. Harusnya aku berterima kasih karena sampai saat ini aku masih bisa bernafas, bisa makan enak, aku sehat dan tidak kekurangan. Tapi rasanya sesak masih singgah di dada, kesedihan masih mendarah daging di diriku. Aku berhak bahagia, tapi entah aku tidak tau cara bahagia. Selalu ada kesedihan, kegelisahan, dan entahlah aku hanya ingin menangis. Semua tampak menyedihkan. Mungkin ini tampak konyol dan tidak dibetulkan banyak orang, hanya aku butuh seseorang yang akan membahagiakan aku. Kata orang bahagia itu dari diri sendiri, tapi aku pikir, aku butuh seseorang. Lelah rasanya menipu diri sendiri kalau aku bahagia, happy dengan segela yang ada. Lelah rasanya memiliki ekspektasi dan harapan. Tapi aku hanya ingin bahagia, seperti orang lain dan bersam...