Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

KAMU

Aku selalu berandai-andai, Siapakau kamu? Dari mana asalmu? Siapa namamu? Bagimana sifatmu? Bagaimana rupamu? Baik atau burukkah kamu? Berapa umurmu? Apa pekerjaanmu? Berapa tinggimu? Bagaimana warna bola matamu? Kurus ataukah gemuk? Putih ataukah gelap? Rambut pirang atau hitam? Sedih sebenarnya jika berandai-andai tentangmu Perih rasanya jika memikirkanmu Sakit rasanya untuk terus menunggumu Tapi, hanya ini yang bisa aku lakukan Tapi, ini membuatku terus berubah Berubah menjadi gadis yang lebih baik Tapi terkadang, mengandaikanmu membuatku bahagia Membuatku begitu penasaran akan sosokmu sebenarnya Kamu, terima kasih, karena kamu aku selalu berusaha untuk merubah diriku Merubah diriku menjadi lebih baik, bahkan sangat baik, agar kamu juga bisa menjadi yang terbaik untukku Kamu, setiaku selalu menunggumu Kamu, akan kutunggu kamu sampai waktu mempertemukan kita Kamu, terima kasih karna kamu aku menjadi tahu arti hidup -LZ-

ANDAI

Rindu, kangen, ingin Sebenarnya mana kata yang cocok untuk mengungkapkan isi hatiku? Rasa , perasaan, hati Mana yang bisa untukku pilih agar rangkain kalimat yang ada bisa mewakili perasaanku? Yah, mungkin ingin dan rasa bisa mewakilinya Aku ingin bisa kembali merasakan rasa itu kembali Rasa dimana kebahagiaan hanya milikku seorang Rasa dimana semua tak kuhiraukan keculai rasa itu Hanya rasa itu yang selalu menemaniku Memberiku suatu senyum kebahagiaan Memberiku suatu kehangatan yang mampu membuatku hidup kembali Aku butuh rasa itu beserta kamu Kamu yang mampu membuatku hidup kembali Andai rasa dan kamu bisa segera hadir untuk menemaniku Mungkin semuanya akan berubah Hitam menjadi putih Gelap menjadi bersinar Keruh menjadi bening Kelam menjadi ceria Andai kamu segera datang, andai rasa itu kembali hadir Tapi bagaiman mungkin akau bisa menghadirkan semua itu? Hingga detik ini berlalu, aku hanya sendiri, tanpa rasa ataupun kamu Hanya ada aku dan kesunyian Hanya ad...

bijak dan dewasa

hallo selamat malam sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin ya, teman-teman, ternyata untuk menjadi dewasa dan bijak itu susah sekali ya. Ketika saya suatu hari tersadar akan segala perbuatan yang pernah saya lakukan, dan kemudian saya menyadari jika perbuatan saya itu terlalu kekanak-kanakan, dan salah.Sehingga membuat orang lain tersakiti dan perbuatan tersebut seharusnya tidak saya lakukan.Kemudian saya berfikiran itu menjadi orang atau gadis yang lebih dewasa dan bijak, namun ketika suatu hari saya menghadapi masalah yang sama untuk bisa mengendalikan diri saya untuk bersikap dewasa dan bijak ternyata amatlah susah, belum sepenuhnya saya bisa melakukannya.Namun, saya tidak boleh pantang menyerah, pastilah ada cara yang bisa saya tempuh agar saya sedikit demi sedikit bisa menjadi pribadi yang dewasa dan bijak dalam menyikapi segala macam masalah yang ada.Selalu mencoba mungkin itu salah satu kunci agar saya bisa berubah, menjadi ...

SAYA PERCAYA

Hallo selamat sore Sedih bukan berarti kita harus benar-benar tersesat dan tak ingin keluar dari masalah yang ada, sedih bukan berarti kita menyerah dan putus asa untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada.Memang terasa sakit ketika kita merasakan kesedihan.Begitu pula jika kita merasakan kekecawaan dan penyesalan yang amat mendalam, seperti yang saya rasakan sekarang. Tapi saya mencoba untuk tetap tegar dan kuat menjalani ini semua.Semua masalah yang ada dalam hidup kita bukan suatu kebetulan.Semua itu hadir karena ALLAH memiliki sebuah rencana besar untuk kita, ketika ALLAH menempatkan kita dalam situasi yang teramat sulit itu bukan tanpa sebuah alasan, pasti ada suatu alasan dibalik itu semua yang nantinya akan membuat kita belajar menjadi manusia yang lebih baik, dan dari situ kita akan lebih dekat dengan sang pemilik hidup ALLAH S.W.T. Sesungguhnya sungguh sulit untuk saya menerima semua itu, situasi yang membuat saya benar-benar sedih dan menyesal.Tapi, pelan-pelan saya men...

KU INGIN RAMAI DAN DAMAI

Hei, heii, heiii Selamat pagi hidup Selamat pagi sunyi Selamat pagi sepi Bagaimana kabar kalian? Masihkah kalian bertahan? Ataukah kalian berubah pikiran? Atau mungkinkah kalian telah menyerah? Hei, heii, heiii Enyahlah kau sepi ! Pergilah kau sunyi ! Menyerahlah kalian ! Jangan lagi kalian bertahan ! Tinggalkan aku ! Pergilah kalian sejauh mungkin ! Jangan kembali! Jangan pernah datang lagi ! Hei, heii, heiii Sunyi, sepi. Lupakanlah aku Jangan kalian ingat-ingat lagi diriku Hindarilah diriku Menjauhlah dari hidupku Aku ingin ramai bersamaku Aku ingin damai bersamaku Aku ingin mereka menggantikan kalian di hidupku Aku ingin bahagia bersama mereka Ramai dan damai menantiku Sunyi, sepi tolong pergilah dari hidupku -LZ-

Katakanlah

Orang seperti apakah aku? Bagaimanakah aku sebenarnya? Baik atau burukkah diriku? Taukah kau tentang diriku? Biasakah kau katakan padaku? Sebenarnya siapakah aku? Banyakah dosa yang telah kuperbuat selama ini? Adakah kebaikan yang telah aku berikan kepada orang lain? Bergunakah aku untuk dulu, masa kini dan masa depan? Adakah orang yang tersenyum karna diriku? Adakah orang yang menangis perih karena diriku? Jawablah, siapa diriku sebenarnya? Seburuk apakah diriku? Sebaik apakah diriku? Katakanlah Ataukah hanya keburukan yang selalu aku tanam? Pernahkah aku menanam kebaikan? Bagaimanakah orang memandang diriku? Katakanlah Kumohon, katakanlah Beri tahu aku seperti apa diriku Berilah jawaban atas pertanyaanku, katakanlah -LZ-

Hai Adik-Adikku

Hai Adik-Adikku Hai calon pemimpin bangsa Hai sang pejuang penerus bangsa Hai sang pahlawan masa depan Bagaimana kabarmu sekarang? Ingatkah akan tugasmu esok? Apa mimpimu di masa depan? Siapkah engkau menerima tongkat estafet ini? Oh, Adik-Adikku Janganlah kau menyerah Bermimpilah Adikku Gantungkanlah mimpimu setinggi mungkin Dan berlarilah wahai Adikku Berlarilah sekencang mungkin untuk menggapai mimpimu Jangan menyerah Adikku Janganlah kau tergoda dengan euforia peradaban yang ada Janganlah kau biarkan batu itu menghalangi jalanmu Berlarilah Adikku Gapai mimpimu Wahai Adikku Ingatlah masa depan bangsamu Kupercayakan hari esok kepadamu Kupersiapkan tongkat ini untukmu Jadilah pahlawan bangsa Adikku Esok, bangsa ini bergantung padamu Buatlah kami bangga kepadamu ,wahai Adikku -LZ-

Sang Pemilik Pelangi

Benar, terasa hampa disuatu ruang gelap tak berpenghuni Hanya ada jiwa yang ikhlas nan sabar Tak seorang pun mampu menembus kehampaan itu Karna tak seorang pun ingin berada dalam kegelapan itu Oh, akankah ruang itu memiliki penghuni? Akankah pelangi lahir di dalam sebuah kegelapan itu? Ataukah hanya akan ada kegelapan baru yang akan lahir menambah kehampaan yang ada? Oh, benar.Malang sudah jiwa yang ikhlas nan sabar itu Terlalu berabad kehampaan tertanam didalam ruang itu Akankah kegelapan semakin menjamur atau akankah seorang penghuni datang dengan pelangi sebagai sang penyinar kegelapan? Oh,benar.Jiwa yang ikhlas nan sabar meyakini, mempercayai keberadaannya Sang pemilik pelangi pasti ada -LZ-

KU PERCAYAI, KU YAKINI

Aku bisa menunggu Aku bisa bersabar untukmu Aku bisa bertahan untukmu Ikhlas hatiku untuk selalu menunggu kedatanganmu Ikhlas hatiku untuk selalu bersabar melihatmu Menanti dirimu didalam suatu ruang hampa yang tak berpenghuni Namun selalu kupercayai, jika Tuhan akan mempertemukanku denganmu Tak henti-hentinya alunan doa kupanjatkan untuk segera bertemu denganmu Aku percaya Aku meyakini Tuhan akan mempertemukanku denganmu Tuhan, kupercayakan semuanya kepadamu Karena kau tak pernah mengecewakanku Kuyakini kau kan memberiku seorang imam dalam hidupku -LZ-

KETULUSAN

apa yang dimaksud dengan ketulusan? kini sedikit demi sedikit aku telah mengerti apa yang dimaksud dengan ketulusan. Ketelusan adalah sesuatu yang benar-benar lahir dari hati seseorang. Ketulusan hanya akan lahir sempurna jika kita benar-benar ikhlas untuk melahirkan ketulusan tersebut. Lahir batin memberikan ketulusan, maka niscaya ketulusan tersebut akan membuat kita merasa bahagia dan benar-benar akan membuat kita mendapatkan kasih sayang yang sejati. Ketulusan bukan hanya mengenai ketulusan mencintai seseorang laki-laki atau perempuan, tetapi juga ketulusan mencintai keluarga, dan sahabat. Dulu, aku hanyalah seorang yang tak mengerti arti ketulusan yang sebenarnya, namun kini ketika aku mulai mendapatkan sahabat-sahabat yang membukakan mataku tentang arti ketulusan, dan aku mulai mencari arti ketulusan itu sendiri, kini aku mulai paham jika sesuatu yang tak didasari dengan ketulusan, maka tak akan kita mendapatkan balasan yang tulus pula.Tak perlu menanti balasan yang baik ...